Mobil Listrik vs Mobil Bensin — Mana yang Lebih Hemat Biaya Perawatan?

Perbandingan mobil listrik vs mobil bensin biaya perawatan — dua mobil modern siap bersaing di bengkel

Mobil Listrik vs Mobil Bensin — Mana yang Lebih Hemat Biaya Perawatan?

Pertanyaan soal mobil listrik vs mobil bensin biaya perawatan kini semakin sering muncul di kalangan pengendara Indonesia. Dengan semakin banyaknya mobil listrik seperti Wuling Air EV, Hyundai Ioniq 5, dan BYD Atto 3 yang berlalu lalang di jalan, banyak pemilik mobil mulai bertanya-tanya: apakah benar mobil listrik lebih murah perawatannya? Atau mobil bensin tetap lebih unggul dari sisi biaya jangka panjang? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan biaya perawatan kedua jenis kendaraan secara detail.

Pada dasarnya, setiap jenis mobil memiliki karakter perawatan yang berbeda. Mobil listrik memiliki komponen yang lebih sedikit, sedangkan mobil bensin memiliki sistem mesin yang lebih kompleks. Namun demikian, biaya perawatan tidak bisa dinilai dari satu sisi saja. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai dari servis rutin hingga biaya penggantian komponen utama.

DAS Bengkel Indonesia sebagai bengkel spesialis mobil premium di Surabaya siap melayani mobil listrik dan mobil bensin. Kami akan memandu Anda memahami perbedaan biaya perawatan keduanya secara objektif.


Biaya Servis Rutin: Listrik vs Bensin

#### Servis Ringan

Mobil bensin membutuhkan ganti oli mesin setiap 5.000–10.000 km. Biaya oli beserta filter oli bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per servis, tergantung merek dan jenis oli yang digunakan. Selain itu, busi, filter udara, dan filter bensin juga perlu diganti secara periodik.

Di sisi lain, mobil listrik tidak memerlukan ganti oli mesin sama sekali. Tidak ada busi, filter bensin, ataupun timing belt yang perlu diganti. Servis ringan mobil listrik hanya mencakup pemeriksaan sistem kelistrikan, pengecekan baterai, dan pembersihan filter kabin.

Sebagai contoh, biaya servis ringan mobil listrik umumnya 30–50 persen lebih murah dibanding mobil bensin kelas setara.

#### Servis Besar

Mobil bensin membutuhkan servis besar setiap 40.000–60.000 km. Biaya ini mencakup ganti timing belt, water pump, oli transmisi, kampas rem, dan berbagai komponen lainnya. Total biaya servis besar mobil bensin premium bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp15 juta.

Sementara itu, mobil listrik tidak memiliki timing belt, water pump, atau sistem transmisi kompleks. Servis besar mobil listrik lebih fokus pada pemeriksaan baterai, ganti coolant inverter, dan pengecekan motor listrik. Biayanya pun cenderung lebih rendah 20–40 persen dibanding mobil bensin.

Oleh karena itu, dari sisi servis rutin, mobil listrik jelas lebih unggul dalam hal penghematan biaya.


Biaya Charging vs Biaya BBM

#### Biaya Bensin per Kilometer

Dengan harga Pertamax sekitar Rp12.500–Rp13.000 per liter, mobil bensin dengan konsumsi 10–12 km per liter membutuhkan biaya sekitar Rp1.040–Rp1.300 per kilometer. Untuk perjalanan 20.000 km per tahun, pengeluaran BBM bisa mencapai Rp20–26 juta per tahun.

#### Biaya Listrik per Kilometer

Mobil listrik dengan konsumsi energi rata-rata 7–8 km per kWh dan tarif listrik rumah sekitar Rp1.467 per kWh (tarif R-1 1.300 VA), biaya per kilometernya hanya sekitar Rp183–Rp209. Untuk jarak 20.000 km per tahun, biaya charging hanya sekitar Rp3,6–4,2 juta per tahun.

Dengan demikian, biaya charging mobil listrik bisa 5–6 kali lebih murah dibanding biaya BBM mobil bensin. Di samping itu, pemilik mobil listrik juga bisa memanfaatkan home charging di malam hari yang lebih murah.

Tidak hanya itu, beberapa SPKLU di Indonesia masih memberikan gratis biaya charging untuk periode tertentu sebagai promosi. Ini semakin menekan biaya operasional harian.


Biaya Ganti Ban

Bobot mobil listrik lebih berat daripada mobil bensin setara karena adanya baterai besar. Sebagai contoh, Hyundai Ioniq 5 memiliki bobot sekitar 1.900 kg, sementara Honda CR-V generasi terbaru sekitar 1.600 kg.

Bobot ekstra ini menyebabkan ban mobil listrik lebih cepat aus. Umur ban mobil listrik rata-rata lebih pendek 10–20 persen dibanding mobil bensin. Jika ban mobil bensin bisa bertahan 40.000–50.000 km, ban mobil listrik mungkin perlu diganti di 35.000–40.000 km.

Harga ban untuk kedua jenis mobil relatif setara, tergantung ukuran dan merek. Ban mobil listrik ukuran 18–19 inci bisa di kisaran Rp1–2,5 juta per buah. Artinya, biaya ganti ban mobil listrik sedikit lebih tinggi per kilometer karena frekuensi penggantian yang lebih cepat.

Namun demikian, selisih biaya ini masih jauh lebih kecil dibandingkan penghematan dari biaya BBM dan servis rutin.


Biaya Baterai EV vs Biaya Mesin

#### Baterai Mobil Listrik

Baterai adalah komponen paling mahal pada mobil listrik, mencapai 30–50 persen dari harga kendaraan. Biaya penggantian baterai mobil listrik bisa mencapai Rp80–200 juta tergantung merek dan kapasitas. Namun, baterai mobil listrik modern memiliki garansi pabrikan 8 tahun atau 160.000 km (mana yang tercapai lebih dulu).

Mayoritas pemilik mobil listrik tidak perlu mengganti baterai selama masa kepemilikan 5–10 tahun. Degradasi baterai normal hanya sekitar 2–3 persen per tahun, sehingga setelah 5 tahun performanya masih sangat baik.

#### Mesin Mobil Bensin

Mobil bensin memiliki mesin dengan banyak komponen bergerak yang aus seiring waktu. Overhaul mesin atau ganti mesin baru bisa memakan biaya Rp30–100 juta tergantung tipe mobil. Namun, mesin bensin yang dirawat dengan baik bisa bertahan 200.000–300.000 km sebelum membutuhkan perbaikan besar.

Di samping itu, komponen seperti turbocharger, injector, water pump, dan timing belt pada mobil bensin perlu diganti secara berkala. Biaya perawatan mesin ini cukup signifikan jika diakumulasi selama masa kepemilikan.

Pada dasarnya, risiko biaya besar pada mobil listrik ada di baterai, sedangkan pada mobil bensin ada di mesin dan drivetrain. Keduanya perlu perawatan preventif agar tidak membengkak.


Nilai Jual Kembali (Resale Value)

Saat ini, mobil bensin masih unggul dalam hal nilai jual kembali di Indonesia. Pasar mobil bekas bensin sudah mapan dengan permintaan yang stabil. Mobil bensin premium seperti BMW atau Toyota bisa mempertahankan 50–65 persen nilai setelah 5 tahun.

Sebaliknya, pasar mobil listrik bekas di Indonesia masih berkembang. Kekhawatiran pembeli terhadap kondisi baterai membuat harga jual mobil listrik bekas lebih rendah. Depresiasi mobil listrik tahun pertama bisa mencapai 20–30 persen.

Namun demikian, tren ini mulai berubah seiring bertambahnya usia mobil listrik dan semakin banyaknya data tentang keawetan baterai. Di negara-negara maju, mobil listrik sudah mulai menyaingi mobil bensin dalam hal resale value.


Pajak Kendaraan

#### Pajak Mobil Listrik

Pemerintah Indonesia memberikan insentif pajak signifikan untuk mobil listrik. Sesuai Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2021, mobil listrik mendapatkan:

  • Bebas PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah)
  • Diskon PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) hingga 90 persen di beberapa daerah
  • Bebas BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) untuk pertama kali

Total penghematan pajak untuk mobil listrik bisa mencapai Rp5–15 juta per tahun tergantung harga kendaraan dan daerah.

#### Pajak Mobil Bensin

Mobil bensin premium dikenakan PPnBM progresif 15–40 persen tergantung kapasitas mesin. PKB mobil bensin juga lebih tinggi, terutama untuk mobil dengan CC besar. Sebagai contoh, pajak tahunan BMW Seri 3 2.0L bisa mencapai Rp5–8 juta per tahun.

Dengan demikian, mobil listrik jauh lebih unggul dari sisi pajak kendaraan, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan selama insentif masih berlaku.


Biaya Perawatan Lain-Lain

#### AC dan Sistem Pendingin

Mobil bensin menggunakan kompresor AC yang digerakkan belt dari mesin. Perawatan AC mobil bensin cukup standar dengan biaya ganti filter dan freon sekitar Rp300–800 ribu per tahun.

Mobil listrik menggunakan kompresor AC elektrik. Perawatannya pun serupa, hanya saja kompresor elektrik cenderung lebih awet karena tidak terpengaruh getaran mesin. Biaya perawatan AC mobil listrik relatif setara dengan mobil bensin.

#### Sistem Rem

Karena adanya regenerative braking, kampas rem mobil listrik lebih jarang digunakan. Pemilik mobil listrik bisa mengganti kampas rem setiap 60.000–80.000 km, sementara mobil bensin perlu ganti setiap 30.000–50.000 km. Ini menghemat biaya kampas rem sekitar 40–50 persen dalam jangka panjang.


Kesimpulan Perbandingan Biaya

| Komponen Biaya | Mobil Listrik | Mobil Bensin |

|—|—|—|

| Servis rutin per tahun | Rp1–3 juta | Rp3–8 juta |

| BBM/Charging per 20.000 km | Rp3,6–4,2 juta | Rp20–26 juta |

| Ban per tahun | Rp2–4 juta | Rp1,5–3,5 juta |

| Pajak per tahun (premium) | Rp0–1 juta | Rp5–8 juta |

| Risiko biaya besar | Baterai (8+ tahun) | Mesin/transmisi (5–7 tahun) |

Secara keseluruhan, mobil listrik lebih hemat biaya perawatan dan operasional jika dihitung dalam jangka panjang. Penghematan utama ada pada biaya charging yang jauh lebih murah dibanding BBM, ditambah servis rutin yang lebih sederhana.

Di sisi lain, mobil bensin masih unggul dalam hal resale value dan infrastruktur pendukung yang lebih luas. Untuk pemilik yang sering bepergian ke daerah terpencil, mobil bensin masih menjadi pilihan yang lebih praktis.


DAS Bengkel Indonesia: Solusi All-in-One untuk Mobil Listrik & Bensin

Apa pun pilihan kendaraan Anda, DAS Bengkel Indonesia siap melayani perawatan dan perbaikannya. Kami adalah bengkel spesialis mobil premium di Surabaya yang memiliki kompetensi menangani mobil listrik sekaligus mobil bensin.

Keunggulan DAS Bengkel Indonesia:

  • ✅ Teknisi bersertifikat untuk mobil listrik dan mobil bensin
  • ✅ Peralatan diagnostik modern untuk membaca error code EV
  • ✅ Layanan servis lengkap: AC, kaki-kaki, mesin, hingga baterai
  • ✅ Melayani berbagai merek: BMW, Toyota, Hyundai, Wuling, BYD, dan lainnya
  • ✅ Garansi servis untuk setiap pekerjaan
  • ✅ Konsultasi gratis sebelum perbaikan

Baca juga artikel kami tentang tips merawat mobil EV untuk panduan lengkap perawatan mobil listrik. Selain itu, simak informasi biaya servis mobil BMW jika Anda memiliki mobil bensin premium.


Siap Merawat Mobil Anda?

Jangan biarkan biaya perawatan membebani dompet Anda. Percayakan perawatan mobil listrik maupun mobil bensin Anda kepada ahlinya.

📱 WhatsApp: 0852-4243-0789

🌐 Website: [dasindonesia.com](https://dasindonesia.com)

Konsultasi gratis, diagnosis akurat, dan servis profesional untuk mobil kesayangan Anda. DAS Bengkel Indonesia — bengkel spesialis mobil premium, solusi all-in-one untuk mobil listrik dan bensin di Surabaya.


Sumber referensi: Kemenperin — Perkembangan Kendaraan Listrik di Indonesia